LSiS in Memorial

Bismillah.....

           Satu hari berlalu, setelah secara resmi kepengurusan LSiS 2012 dinyatakan berakhir dan terpilih Presiden LSiS 2013. Masih tak bisa hilang dari ingatan saya, Ika Rosiana, tentang semua cerita kebersamaan kita dalam satu naungan atap bernama keluarga Lingkar Studi Sains.
           Ada banyak hal yang hingga kini masih mengganjal di diri saya, masih banyak janji yang belum saya tepati, banyak hutang yang belum terbayarkan, dan banyak kewajiban yang belum saya selesaikan dengan baik. Salah satunya ucapan maaf dan terima kasih yang mendalam teruntuk teman-teman seperjuangan LSiSer's yang mungkin tak dapat saya ucapkan satu per satu.

           Pertama untuk Ika Bonita Mardiyani (@bonitamardiika), orang yang paling sigap, kuat, tegas, lembut hatinya, tak pernah bisa menyakiti orang lain, pejuang yang gigih, dan sahabat perjuangan yang selalu ada di sampingku. Makasih banyak Kabo, untuk semangat, inspirasi, motivator, dan menjadi sandaranku ketika merasa lemah. Semua hal yang harus kulakukan, walau itu berat, dalam jumlah yang banyak, dan penuh tekanan, semua itu akan terasa ringan kalo ada Kabo di sampingku, sungguh. Maaf, banyak air matamu yang jatuh karena sikap dan kata-kataku yang kadang menusuk. I hope you don’t forget me, like I always remember our moment.
           Aulia Ari Adhha (@arieadhha), orang yang paling tenang (nyantai) yang pernah saya kenal, puitis (apalagi kalo lagi galau), sabar, nggak pernah marah, dan rela berkorban banyak buat orang di sekitarnya (terutama LSiS). Makasih dah berusaha bertahan menjadi rekan kerja saya sampai detik ini. Maaf untuk sikap saya yang emosional, kurang bisa kontrol kata-kata, semangatnya naik-turun, dan lambat dalam bertindak. Sukses selalu kawan.....
           Febriarmono (@fbi_1412), ilmuan yang juga seorang sastrawan. Adekku yang kritis, diamnya misterius, melankolis, sabar, care lingkungan sosialnya, dan manja. Maaf ya mbak banyak mengecewakan, kadang mbak galak (jadi inget ada yang netes, ada juga yang nggak jadi ngomong kalo masih pakai headset), maaf karena minim pendampingan mbak di Junsai dan maaf juga karena belum bisa menjadi kakak yang baik. Makasih ya Pep, tetep berjuang dengan sumber daya yang seadanya, tanpa mengeluh, tanpa senyum (emang susah senyum ya), makasih sudah percaya untuk cerita sama mbak, walau nggak dapet solusi yang berarti, dan makasih dah mau jadi yang satu-satunya jagoan di tim Putri Duyung. Semangat Pepy.....
           Amin (@Aminhusai), orang yang ceria, selalu buat orang ketawa (dengan sikapmu yang kadang konyol), pekerja keras, bagimu all iz well , berani mengambil resiko, ide-ide kreatif kadang agak gila juga (misal untuk forga LSiS), dan sedikit kurang rapi. Maaf ya Amin, belum bisa memberi contoh yang baik. Maaf karena pernah memisahkanmu dari keluarga kecilmu di HI (tapi dapet keluarga baru di SP kan). Maaf karena belum bisa menampung saran-saran kreatifmu untuk LSiS. Makasih untuk guyonannya yang bisa bikin nggak berhenti ketawa di teras sekre LSiS, bahkan sampai dah pulang pun masih keinget. Makasih untuk semangatnya. Makasih untuk kepercayaannya ke mbak, perjuangannya ketika mbak dicalonkan jadi Presiden (walau apapun yang ada di balik perdebatan sore itu, mbak nggak tau). Makasih karena sampai detik ini kamu masih memberi senyuman walau banyak mbak kecewakan. Gapai impianmu hingga bisa terbang ke Paris.
           Ratri (@ratri_abdatush), biar orang bilang apa, kamu tetap berada di jalanmu. Orang yang kuat, keras, serius, perfectionist, dan akhirnya kamu bertahan sampai akhir walau angin menerpa begitu kencangnya. Maaf ya Ratri, sering galak, nggak bisa selalu mendukungmu, nggak selalu bisa jadi sandaranmu ketika kehilangan arah, terlalu banyak menuntut, dan belum bisa memberi contoh yang baik. Maaf karena meninggalkanmu di HI dengan anggota keluarga yang tidak utuh. Makasih untuk semua saran dan masukannya yang membuat mbak sadar sudah melampaui batas. Terima kasih karena sudah berjuang sampai akhir dan memberikan ending  yang manis. Sukses buat TAnya, semoga mbak bisa wisuda duluan #loh bareng ya.
           Rahma (@rachmmaaa), kamu tinggi banget. Orang yang easy going, setia kawan (panggil setyo tuk-tuk, nurul, tisya), sabar, tegar, mbak baru tau betapa tegarnya Rahma setelah kita makan bareng di suatu sore yang penuh bintang. Rahma yang cuek, bener-bener di luar dugaan karena dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru di Edukasi, salut untuk Rahma. Maaf ya Rahma, pernah memisahkanmu dengan keluarga kecil di HI. Makasih ya atas semua kerja kerasnya selama ini. Makasih karena telah menyediakan waktu untuk LSiS di tengah-tengah kesibukan akademis yang porsinya lebih besar dari kami. Banyak cerita mbak sama Rahma yang sayang banget untuk dilupakan.
           Arif Fajar (@ariphfajar), orang sangat berkarakter. Pertama kenal Arif, mbak butuh waktu beberapa lama untuk menyesuaikan diri, untuk tidak mudah sakit hati, untuk tau apa maksud yang tersirat dari sikapmu, dan untuk tau gimana bersikap agar tidak salah di depanmu. Mahasiswa yang mandiri, kritis, visioner, tegas, kuat, keras, jujur (apa yang kamu pikirkan akan tergambar di raut wajahmu), dan gigih. Salut untuk analisismu terhadap semua yang ada di sekitarmu, untuk perjuanganmu di Comdev, di lingkungan rumah, di KMK, dan mbak percaya banget ketika kamu bilang kamu nggak pengen gagal. Hingga detik ini, masih banyak hal yang belum bisa mbak pahami tentang Arif. Allah tidak akan memberi ujian di luar kemampuan hamba-Nya. Orang sekuat kamu, pasti kuat untuk menghadapi segala tantangan, hantaman, ujian. Tetap semangat Arif, kamu salah satu orang hebat yang pernah mbak kenal di MIPA. Maaf kalo mbak banyak salah (pasti memang banyak salah). Maaf karena sering tidak bisa memberi penjelasan untuk pertanyaan kritismu. Maaf karena banyak mengecewakan di LSiS. Makasih atas nuansa kekeluargaan yang kamu ciptakan di LSiS, makasih untuk semua saran-saran konstruktifmu untuk LSiS.
           Fita (@pitaenggo), ceriamu, kata-kata rempong, dan gaulmu, status galaumu, pasti mbak akan rindu itu. Fita dengan karakter yang unik, kritis, blak-blakan, dan manis. Maaf ya Fita, mbak punya janji yang nggak bisa mbak tepatin lagi. Makasih untuk saran-sarannya selama ini. Karena Fita dan Divisi Bahasa mbak sedikit meluangkan waktu untuk melatih bahasa Inggris mbak dan mengenal bahasa Jepang. Ayo persiapkan tes psikologi, nanti keburu lulus terus ngelamar kerja, ketemu tes psikologi lagi loh.
           Ninik, bendahara kita yang perhitungan, kadang manja, kalo dimarahin malah balik marah, sering mengeluh dengan nada suaranya yang khas. Maaf ya Ninik, pernah agak keras ke Ninik. Makasih karena sudah memperjuangkan keuangan LSiS dengan segala daya upaya. Makasih dah nemenin mbak ke tempat Vivi, so sweet banget kalo diinget-inget.
           Hana, ekspresinya yang datar ketika senang, sedih, bingung, marah. Kamu sabar dan pemaaf, Hana. Maaf juga mbak pernah agak keras ke Hana, dan jujur mbak nggak bermaksud buat Hana netesin air mata. Maaf karena belum bisa membimbing Hana dengan baik. Makasih karena sudah berusaha mengerjakan apa-apa yang diminta anak-anak LSiS. Makasih karena selalu bales sms mbak dengan segera. Ayo lebih semangat dalam menjalani hidup. Tetap tegar ya menghadapi segala ujian hidup.
           Rahmat (@Rahmat__hidayah), si kecil yang berhati besar. Di satu sisi kamu tegas, bijaksana, punya jiwa kepemimpinan yang mumpuni. Tapi di sisi lain, Rahmat itu lucu, kadang masih kaya anak kecil, kadang suka mengatakan kata-kata yang tak terduga (merasa cakep misalnya,hehe). Rahmat itu jujur banget, kadang sampai hal pribadi pun kamu nggak sungkan mengatakannya. Ketika kamu kesel sama orang lain, kamu ceritakan kekesalanmu dengan ketawa-ketawa, jadi terkesan kamu nggak pernah marah, Rahmat. Maaf ya Rahmat kalo mbak banyak salah, kurang mendampingi perjuangan temen-temen Edukasi ngadain tutorial LSiS, EF, NHR, Sembes, dll. Terima kasih semangatnya, inspirasi sikap yang bijak dari Rahmat, dan kepedulian Rahmat yang besar untuk LSiS. Makasih karena selalu bisa jadi orang yang diandalkan di saat-saat penting.
           The last oneArio. Kami angkatan 2009 titip LSiS ya Pak Presiden LSiS 2013. Jangan ulangi kesalahan-kesalahan kepengurusan 2012, tutup kekurangan yang ada, dan berlari melesat mengejar semua yang telah tertinggal oleh LSiS. Maaf kalo mbak pernah marah ke Ario, maaf kalo mbak malah pergi ketika Ario butuh bantuan untuk memperjuangkan Riset dan keilmuan di LSiS. Terima kasih untuk perjuangannya selama ini. Selamat berjuang. Jangan sungkan panggil kami ketika LSiS membutuhkan karena sampai kapan pun LSiS tak akan pernah mbak lupakan atau acuhkan.

            13 orang kabinet LSiS 2012, semua kisah kita adalah kenangan yang manis untuk saya pribadi. Tak cukup dengan lembaran-lembaran kertas HVS untuk menuliskan semuanya. Apa yang kita perjuangkan dan korbankan, tak sebanding dengan yang kita dapatkan. Pengalaman, pelajaran, keluarga, canda serta tawa, dan semua itu semoga bisa mempertemukan kita pada impian masing-masing.

Salam persaudaraan,
Wapres LSiS 2012

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Professor Muda dan Pakar Teknologi Nano di AS, Asal Indonesia

Sejarah Layout: Dari Zaman Batu Hingga Zaman Internet

ARTIKEL ILMIAH POPULER