Posts

Showing posts from April, 2012

Berpikir Nyata Melalui Dunia Maya

Siang malam ku selalu menatap layar terpaku untuk online, online, online, online. Jari dan keyboard beradu, pasang earphone dengar lagu, aku online, online, online, online (Online-Saykoji) Sepenggal lirik lagu di atas merupakan cerminan nyata masyarakat dewasa ini. Tak dapat dipungkiri lagi bahwa perkembangan teknologi era modern, terutama internet, telah mengubah arus dan gaya komunikasi. Dahulu saat internet masih merupakan barang mahal, face to face secara langsung adalah cara komunikasi yang sangat lumrah di tengah masyarakat. Namun kini sejak kemajuan era cyber , gaya komunikasi masih bertahan dengan face to face , hanya bedanya terdapat sekat di antara face yaitu dunia maya. Seperti yang diucapkan orang-orang, “internet mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat” . Secara nyata, dapat dilihat banyak orang berkomunikasi lewat jendela chat padahal tempat duduk mereka terpisah tak lebih dari satu meter.              Perubahan tak hanya terjadi pada gaya komunikasi, namun in

Mata Elang

Aku masih ingat ketika kau menjabat tanganku untuk pertama kalinya. Kau jabat tanganku dengan erat kemudian kau sebutkan namamu. Kubalas jabatan itu dan kusebutkan pula namaku. Lalu kita saling tersenyum menggambarkan betapa indahnya perkenalan itu. Yang kurasa saat itu adalah kau yang begitu yakin dalam setiap sikapmu, kau yang tegas, dan kau yang begitu ramah. Matamu yang tajam mengisyaratkan betapa kau sangat disegani teman-temanmu. Mata elangmu itu yang buatku terkesima. Mata elangmu itu yang buatku yakin akan setiap keputusanmu. Hari-hari yang pernah kita lalui bersama. Hari-hari di mana kita tak sepaham. Semua itu adalah kenangan kita yang sangat berharga. Novel-novel tebal karya J.K. Rowling pun tak sanggup mengalahkan tebalnya buku untuk menulis jutaan kenangan kita. Masih kuingat ketika kau memberiku hadiah topi warna biru itu. Kau bilang agar rambutku tak mudah berketombe lagi. Tapi nyatanya tetap saja itu tak berpengaruh. Dengan tersenyum kau berkata kepadaku bahwa ketombe a