Posts

Showing posts with the label Kehidupan

"Lebah" Analogi Insan yang KPK

Image
         Salam KPK! Teman-teman pasti tahu kan kepanjangan dari KPK yang selalu menjadi jargon dari LSiS. KPK merupakan singkatan dari Kompeten, Profesional, dan Kontributif. Ternyata, di dunia ini ada hewan yang dapat menginspirasi kita agar menjadi pribadi yang KPK. Hewan tersebut adalah lebah. Hewan penghasil madu ini jika kita telaah filosofinya lebih dalam, mereka menggunakan prinsip KPK dalam kehidupnya.Lalu seperti apa persemaan lebah dan sifat yang KPK, berikut ini penjelasannya.         Pertama adalah kompeten. Kompeten memiliki arti cakap, menguasai atau mengetahui suatu bidang atau hal dengan baik. Sekarang kita bandingkan dengan lebah. Mereka sangat mengetahui dengan baik letak bunga yang memiliki nectar dengan kualitas baik. Tidak pernah satu kalipun mereka salah dalam memilih bunga, atau salah menghisap nectar. Selain itu, mereka hanya hinggap di tempat-tempat pilihan, tempat yang bersih. Dan seekor lebah yang ...

Teduh dari Negeri Dilanda Rusuh

Image
‘How are you my sister? How’s life? Miss you’ Di suatu malam yang mungkin biasa saja bagi mahasiswa kebanyakan. Bertemankan dengan lembaran kertas praktikum, tugas dan mungkin juga secangkir kopi. Rutinitas lazim pada waktunya. Dan kalimat di atas adalah yang terpampang ketika aku membuka chat di akun pribadi facebookku sebulan yang lalu. Kalimat sapaan dari saudariku di seberang sana. Sebut saja dengan Rahaf. Rahaf adalah seseorang dari beberapa teman yang kukenal dari dunia maya. Seseorang yang mungkin istimewa. Seorang saudari yang kusayangi bahkan belum pernah kutemui sekalipun dalam hidupku. Seorang gadis yang berasal dari kota di nun jauh disana. Syria. Berusia 15 tahun, beberapa tahun lebih muda dariku. Perkenalan kami diawali dengan percakapan singkat ala kadarnya sebagaimana dua orang gadis ingin saling mengenal. Berawal dari pertanyaannya tentang negeriku, Indonesia. Indonesia negeri yang indah memang, begitu pujian yang dia lontarkan. Perihal budaya yang menyangku...

Bukan Mengenal, Tapi Memahami!

Image
Kamu nggak bisa menilai seseorang dari luarannya doang, bahkan hanya sekali-duakali interaksi biasa. Bahkan yang bertahun-tahun saling berinteraksi pun belum tentu bisa saling memahami karakter masing-masing, apalagi yang baru beberapa kali berinteraksi biasa. Kamu tidak bisa langsung menjudge "Oh, dia ternyata seperti itu. (Sarsa, 2013) ... Pernahkah ketika kamu pertama kali bertemu seseorang , kamu langsung merasa dia kok cerewet, dia kok pendiam, dia kok nggak bisa serius, dia kok begini dan begitu? Apakah kamu langsung memvonis orang tersebut sesuai dengan kesan pertamamu ketika bertemu dengannya? Apakah kamu merasa pertemuan pertama itu merupakan gambaran nyata dari karakternya secara keseluruhan? Bagaimana jika apa yang kamu voniskan padanya bertolakbelakang dengan fakta ? ... Maaf, saya tidak sedang ingin menggalau karena tidak bisa memperoleh "bakso Malang" ketika melakukan KU ke Malang kemarin =______= (padahal tinggal selangkah lagi saya...

Tangkai Bunga

Image
Semakin engkau ingin menggapainya Semakin pekat kegelapan  mendekapmu Aku sudah meniupkan impian kosongku dalam balon Yang kemudian impian itu tenggelam Dalam langit yang tak lebih biru dari langit dinding hatiku Manusia ingin menjalani hidupnya dengan senyuman Tapi mereka hanya pandai berpuara pura dan memaksakan senyum mereka "Bahagia itu tidak terlihat dari seberapa besarnya engkau tersenyum bukan ?" Tapi bahagia itu seberapa kamu menghargai senyuman Aku kira aku memiliki musim semi dalam telapak tanganku Ini seperti nyaniyan cahaya yang diciptakan penyair buta Impian, kenangan, cinta, dan hari esok adalah hal yang selalu aku dengungkan Hidup bagai tangkai bunga adalah indah bukan? Dia tak akan pernah tau hari esok dengan kelokannya Loki Yogyakarta, 24 Oktober 2012

5 Dampak Baik, Berkuliah Jauh dari Orang Tua

Image
Kuliah di Universitas yang cukup jauh dari daerah asal kita, terkadang bisa memiliki dampak baik bagi kita . So, pada tulisan kali ini, saya akan memaparkan beberapa dampak bai k berkuliah jauh dari daerah asal kita. Na mun , ini hanya merupakan opini saya, sisanya balik lagi ke pribadi masing -masing, apakah setuju atau tidak . Oke, let's read! *** Ketika kita memutuskan untuk berkuliah jauh dari daerah asal kita, sudah pasti kita akan merasakan suasanya yang   "sangat jauh berbeda"   dengan daerah asal kita . Pasti nantinya pada kepengen jadi Sarjana, kan? Sukses? Ngbahagiain ortu?

Kematian Selalu Menanti

Mengulas tentang kematian memang tidak ada kata mati. Pernahkah terbayang? Senyum yang dulu menghiasi wajah. Berubah dalam sekejap hanya menjadi guratan bibir polos yang pucat pasi. Tiap keceriaan dan sinar yang ditampilkan oleh wajah. Menjadi putih, sedikit menyeramkan dan menyayat hati setiap orang yang kehilangan. Tangan-tangan terampil yang biasa digunakan untuk berkreativitas. KAKU. Detak jantung yang berdetak menandakan arti dari setiap hidup. KOSONG. Mata yang biasa memancarkan cahaya keabadian dan ketenangan. GELAP. Semua berhenti, menghilang. Segalanya terpisahkan, oleh satu kata WAKTU. 

Tak Sekedar Melihat

            Daun itu hijau,  zebra cross  itu putih, dan air itu tak berwarna. Bagaimana kita tahu itu? Jawabnya satu, yaitu dengan melihat. Melihat dengan mata tak perlu bimbingan orang tua, berbeda dengan berjalan maupun berbicara. Dari bangun di pagi hari hingga tidur lagi di malam hari, melihat terkadang membawa dampak yang sangat dalam kepada hidup kita.            Bagi anak-anak, melihat adalah awal dari apa yang mereka lakukan,  children see children do.  Tentu kita sendiri merasakan itu. Dulu ketika masa kanak-kanak kita sering meniru apa yang orang lain lakukan, terutama orang tua kita. Kita juga belajar mengenal lingkungan. Itu semua diawali dengan melihat. Kini para pemuda bergerak membangun bangsa juga diawali dengan melihat. Melihat keadaan negeri yang kelewat parah. Parah karena beberapa pejabat tak lagi bisa melihat.              Di lain hal, melihat ...