Posts

Puisi Lomba LSiS Medialis

Secuil Memori Untuknya Yang Jauh (Feni Risma Mei Diana) Teruntuk bagimu Yang dulu senyumnya selalu menyapa di pagi hari Menjadi praduga tarik ulurnya hati Teruntuk bagimu Yang jiwanya pernah kudamba Apa kabar kau disana Seorang yang membeku pada hidupnya sendiri Yang pernah mencairkan kesunyian di ufuk timur dulu Bukankah senyummu telah mengantarkan sebuah pengharapan yang sendu Harapan yang telah menghiruk-pikukkan hati Wahai gerangan disana Aku tak pernah memiliki kuasa untuk turut campur dalam hidupmu yang penuh teka teki Menghias diri dengan usikan perasaan bersalah Yang aku pun tak tahu apakah itu skenario semu Ataukah sebuah isyarat nyata Barangkali memori sudah tak lagi pekat Mungkin sekarang kau berpikir dalam dimensi yang berbeda Perihal kisah yang pernah kau luangkan bersama Selayaknya dua jiwa dengan sabda penuh rona Yang saling berbagi dan punya cara sendiri Aku dan kau pun mungkin paham akan betapa sakitnya pengabaian ...

Puisi Lomba LSiS medialis

Apalah Aku? (Muh. Kasim Ashardin) Ho Ho ... Ini dimana ? Kau terlihat menawan dimana-mana Tumpah ruah penuntut ilmu mengejarmu Entahlah, mengapa engkau memilihku? Apalah aku? Apa yang engkau lihat dariku? Aku hanya butiran debu diantara ribuan meteorid Yang artinya. Ah, sudahlah.. Akupun tak tahu Perlahan-lahan Aku mengenalmu Perlahan bukan berarti lambat Bukan pula berarti lesu atau tidak bersemangat Awalnya aku berpikir engkau kembar Kembar berarti menyatu,kan? Ya, inisial namamu terpampang jelas Akan dirimu yang utuh M dan IPA Inisial nama yang indah Membuat para penuntut ilmu mengejarmu Ternyata aku salah ! Kau adalah engkau Dan engkau adalah satu Terima kasih telah memilihku Aku harap kamu betah bersamaku Inilah awal perjalananku bersamamu Kisah kasih kita dimulai Ku harap hubungan kita ini Dapat membuat Ibu pertiwi tersenyum Dan membuatnya bangga akan kita Ingat! Ho Ho... Apalah Aku? Kehormatan bagiku da...

Puisi Lomba LSiS medialis

Esok Di Selasar (Rudi Sarwiyana) Ku nanti hari berganti Berseri menapaki sebuah janji Engkau aku berjalan bergandengan Menjalani mimpi bukan hayalan Di tengah gurau keramaian Engkau aku tak mengerti Esok kan jadi mengapa Hanya tanya aku rasa Apa kita memang sama Memendam bahagia dalam asa cita Huhhh… tak ku sangka Yang setahuan kini sehari saja Menunggu tiba hawa buah asa Panik yang menggelitik Cemas yang tak puas Kini aku tinggalkan imaji Aku tinggalkan mimpi Aku dekap erat janji Esok hari yang menanti Di selasar kita kan menepi

Puisi Lomba LSiS Medialis

Hujan Sore di Selasar Gedung C (Syifa Fauzia H.P.) Angin menepis mata saat hujan menjebakku mengkawal sore di selasar Gedung C Ketika saat itu kurasa keadaan detik ini adalah pertanyaan retorika Aku ingat setiap milisekon dan aku ingat botol minum biru yang menempel di tas kirimu Duduk di ujung menatap hujan atau sekadar bercengkerama dengan para kolegamu Konsolidasi perasaan, mataku terbius angin sore  mengintervensi penglihatan untuk fokus pada korsa hitammu Seketika otak mematikan saklar lampu melupakan semua aturan Chauvenet atau Deret Taylor Ketika fokus kamera jatuh pada kamu yang tiba-tiba saja terkikih manis di ujung koridor Dan seketika kesejukan udara hujan menusuk sampai sanubari, kamukah hujanku? Lalu saat itu lampu Gedung C menyala, senyummu semakin terasa Hujan berhenti atau kamu tetap duduk menatapnya, kata logika matematika Namun rintikan berhenti saat kolegamu mengajak untuk beranjak meninggalkan kursi hitam Saklar otak kembali ...

FULL DAY SCHOOL, tepatkah?

                          Full day school menjadi bahan pembicaraan di dunia pendidikan Indonesia akhir-akhir ini. Pergantian sistem pendidikan yang begitu sering dilakukan oleh dinas dan menteri pendidikan membuat sistem yang awalnya sudah dikemas dengan baik terkesan kacau. Belum lenyap dalam ingatan kita bahwa dalam kepemimpinan kabinet Jokowi jilid I, pak Anies Baswedan diangkat sebagai menteri pendidikan dengan gebragannya merubah KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) 2006 menjadi KTSP 2013. Perubahan KTSP tersebut dinilai oleh berbagai pihak memiliki perbedaan yang sangat menonjol namun inovatif. Sayangnya belum selesai kurikulum tersebut tersosialisasi dan diterapkan di sekolah seluruh pelosok negeri , sudah terjadi pergantian sistem dan metode lagi dalam pengajaran di sekolah. Alih-alih menuju sistem pendidikan yang sesuai dengan kultur Indonesia namun banyak masyarakat menilai ad...

ARTIKEL ILMIAH POPULER

Apa itu Artikel Ilmiah Populer??? Haloo pembaca setia blog Junsai.... kalian udah tahu belum sih apa sih artikel populer itu? Hampir sama dengan Karya Tulis Ilmiah (KTI) gak sih? Makanya kali ini blog Junsai bakalan membahas tentang  apa itu Artikel Ilmiah Populer. Pengertian Artikel Ilmiah Populer Karya ilmiah populer merupakan karya ilmiah yang bentuk, isi, dan bahasanya menggunakan kaidah-kaidah keilmuan, serta disajikan dalam bahasa yang santai dan mudah dipahami oleh masyarakat awam. Menurut Slamet Suseno (dalam Dalman, 2012: 156) mengemukakan bahwa karya ilmiah populer lebih banyak diciptakan dengan jalan menyadur tulisan orang lain daripada dengan jalan menulis gagasan, pendapat, dan pernyataannya sendiri. Karya ilmiah populer adalah karangan ilmiah yang berisi pembicaraan tentang ilmu pengetahuan dengan teknik penyajian yang sederhana mengenai hal-hal kehidupan sehari-hari. Ciri-ciri Karya Ilmiah Populer Karya ilmiah (Dalman, 2012:113-114) memiliki ciri-cir...

Galungan and Kuningan

Image
Galungan is a Balinese holiday celebrating the victory of dharma over adharma. It marks the time when the ancestral spirits visit the Earth. The last day of the celebration is Kuningan, when they return. The date is calculated according to the 210-day Balinese calendar. Sumber: Wikipedia ~mingming~