Junsai "Bukan Siapa Siapa"
Sinar mentari muncul dengan ceroboh di halaman rumput ini, terbang menghembuskan angin. Ada bulan yang berbeda-beda dalam satu periode, mewarnai semua yang ada di sana. Saat kami melalui bulan yang dingin, sinar mentari dan aroma baru masuk ke dalam hati yang tulus. Tapi tak jarang perselisihan itu juga datang di antara kami, kami sibuk dengan apa yang menjadi pemikiran pribadi kami. Pada masa-masa seperti itu kadang kami juga butuh berpencar. Memalingkan wajah kami masing masing yang nampak angkuh. Sampai pada akhirnya kami menarik langit biru legam itu jauh-jauh dan kembali bersama. Banyak yang terlewat memang, beberapa bait yang seharusnya terisi oleh diksi yang indah harus kosong. Tapi dari area yang masih tersisa itu akan memberikan kita sebuah inspirasi yang baru. Kumpulan monolog-monolog kecil berisi harapan, doa serta dedikasi kami pada kehidupan ini. Ini cara kami menggambarkan dinamik...